PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SMAN 1 PANTAN CUACA (PADLIADI, S.Pd)

 Salam Guru Penggerak !

Perkenalkan, nama saya Padliadi, S.Pd. Saya merupakan Calon Guru Penggerak Angkatan 11 yang saat ini berada di kelas 11.90 di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Dalam kesempatan kali ini, saya ingin berbagi artikel yang berkaitan dengan aksi nyata modul 1.4. Budaya Positif yang saya laksanakan. Melalui artikel ini, saya akan menguraikan berbagai inisiatif dan strategi yang telah diterapkan dalam modul tersebut, serta bagaimana hal-hal tersebut berkontribusi terhadap pengembangan budaya positif dan peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah kami. Semoga informasi yang saya sajikan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan inspirasi bagi rekan-rekan pendidik serta pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.

Pada modul 1.4 ini, sebagai Calon Guru Penggerak (CGP), saya di berikan tugas untuk mampu melakukan kolaborasi yang efektif dengan murid-murid di kelas, warga sekolah, serta wali murid, dalam rangka membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Dalam upaya tersebut, saya telah mengajak murid-murid di kelas XI di SMA Negeri 1 Pantan Cuaca untuk bersama-sama menyusun dan menerapkan keyakinan kelas yang mencerminkan nilai-nilai positif dan kedisiplinan. Fokus utama kami adalah pada penegakan disiplin, baik dalam hal ketepatan waktu saat memasuki kelas di pagi hari maupun saat kembali dari jam istirahat. Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih teratur dan produktif, tetapi juga untuk menanamkan tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya disiplin sebagai bagian integral dari proses pendidikan. Dengan melibatkan seluruh elemen sekolah dan wali murid, diharapkan keyakinan kelas yang kami kembangkan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah yang lebih luas, yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang positif dan kondusif.

Selain murid-murid menjalankan keyakinan kelas, saya juga secara konsisten membiasakan kegiatan literasi pada murid setiap hari Kamis. Gerakan Literasi Sekolah merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk menumbuhkan budi pekerti dan karakter yang baik pada murid. Melalui gerakan ini, kami berupaya agar murid tidak hanya memiliki budaya membaca dan menulis, tetapi juga mengembangkan kebiasaan belajar sepanjang hayat. Setiap Kamis, kegiatan literasi ini dilaksanakan untuk memupuk minat baca peserta didik dan sekaligus meningkatkan keterampilan membaca mereka. Dengan rutin mengintegrasikan kegiatan ini dalam kurikulum, diharapkan para murid dapat merasakan manfaat jangka panjang dari membaca dan menulis, serta memahami pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ini juga merupakan bagian dari upaya kami untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memotivasi murid agar terus berkembang dan belajar dengan antusiasme yang tinggi. Budaya positif di lingkungan sekolah hanya akan terwujud melalui kolaborasi yang harmonis dari semua pihak terkait. Dengan komunikasi yang efektif dan terbuka, saya yakin kita dapat menciptakan sekolah yang benar-benar berpusat pada murid, ramah anak, dan berkomitmen untuk mencapai prinsip merdeka belajar. Pendekatan ini akan memastikan bahwa setiap elemen dalam ekosistem pendidikan bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bagi semua siswa.


Lebih lanjut di sekolah, saya telah mulai menerapkan strategi Segitiga Restitusi sebagai bagian dari upaya membangun Budaya Positif dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada pada murid. Ketika seorang murid melakukan kesalahan, saya tidak lagi pemberian hukuman, tetapi lebih pada membantu murid tersebut memahami dampak dari tindakannya terhadap orang lain dan keyakinan kelas. Murid saya dorong untuk mengambil tanggung jawab penuh atas perilakunya dan saya berikan tawaran atau kesempatan untuk memperbaiki situasi dengan cara menerapkan Segitiga Restitusi yaitu Menstabilkan Identitas, Memvalidasi Tindakan yang Salah, dan Menanyakan Keyakinannya dengan konstruktif dan penuh rasa hormat. Melalui pendekatan ini, saya berharap dapat membentuk karakter siswa yang lebih baik, mengembangkan rasa empati, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih harmonis dan saling menghargai.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Saya sangat menghargai setiap kritik dan saran konstruktif yang dapat membantu saya dalam meningkatkan dan menyempurnakan Aksi Nyata modul 1.4. Budaya Positif ini. Masukan dari anda sangat berharga untuk memastikan bahwa aksi nyata yang saya lakukan dapat mencapai hasil yang optimal. Terima kasih atas kunjungan anda ke blog pribadi saya, dukungan dan partisipasi anda sangat berarti. Mari kita terus berkolaborasi untuk memajukan pendidikan. Salam hormat dari seorang guru penggerak yang selalu berkomitmen untuk berkembang dan memberi yang terbaik !

Video You Tube Aksi Nyata Budaya Positif Lengkapnya: https://youtu.be/Tm0J5VgLGfc


Komentar